PGRI Bluluk --- TINGGAL selangkah lagi kita memasuki tahun 2016. Itu artinya, ada beberapa kebijakan yang akan diterapkan oleh Kemdikbud terkait dengan sertifikasi guru di Indonesia pada tahun 2016. Dalam Undang-undang No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang dilanjutkan dengan Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 tentang guru disebutkan, bahwa sertifikasi adalah kegiatan pemberian sertifikat pendidik kepada Guru dan Dosen. Dalam jangka waktu 10 (Sepuluh) tahun, pemerintah diwajibkan untuk mengeluarkan anggaran untuk pelaksanaan sertifikasi itu kepada GURU DALAM JABATAN, yaitu guru yang ketika undang-undang itu ditetapkan sudah berstatus sebagai guru. Artinya, yang berhak dibiayai unntuk pelaksanaan sertifikasi adalah guru-guru yang diangkat maksimal Desember 2005.
Lantas, bagaimana dengan guru-guru yang diangkat mulai Januari 2016?
Dikutip dari situs kemdikbud.go.id, bahwa guru-guru yang diangkat mulai januari 2016 harus membiayai sendiri sertifikasinya. Namun, hal tersebut tidak serta merta membuat Kemdikdub lepas tangan. Kemendikbud sudah menyiapkan bantuan afirmasi untuk pemenuhan
kualifikasi guru dan program sertifikasi, hanya saja berlaku untuk guru di daerah-daerah tertentu.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Sumarna
Surapranata mengatakan, salah satu bantuan afirmasi yang sudah berjalan
untuk pemenuhan kualifikasi akademik guru adalah di daerah Maluku.
“Sekitar 11.600 guru dibiayai dan disekolahkan ke Universitas Terbuka,”
ujarnya saat menggelar jumpa pers di kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin
(7/9/2015).
Lebih lanjut ia mengatakan, bantuan afirmasi untuk program
sertifikasi guru akan dimulai pada tahun 2016 hingga tahun 2019. Mulai tahun 2016, guru harus membiayai sendiri program
sertifikasinya. Ia mencontohkan proses sertifikasi di profesi akuntan
atau pengacara. Untuk mengikuti sertifikasi profesi akuntan dan
pengacara/advokat, mereka membiayai sendiri dan tidak didanai
pemerintah. Pranata juga mengatakan, sertifikasi merupakan kebutuhan
masing-masing guru, apalagi sertifikasi menjadi salah satu syarat
seorang guru berhak mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG).
Saat ini, tutur Pranata, dari total 2.294.191 guru PNS dan Guru Tetap Yayasan (GTY), ada 1.580.267 guru yang sudah mendapatkan sertifikasi. Sertifikasi tersebut diperoleh melalui PSPL (Pemberian Sertifikat Pendidik Secara Langsung), PF (Portofolio) dan PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru). Sedangkan sebanyak 166.770 guru belum mendapatkan sertifikasi, dan 72.082 di antaranya sudah memenuhi syarat sebagai peserta program sertifikasi tahun 2015 dan sedang menjalani program sertifikasi. Mereka semua adalah guru dalam jabatan, yaitu sudah menjadi guru maksimal pada Desember 2005, sehingga program sertifikasinya masih menjadi tanggung jawab pemerintah.
Sedangkan sebanyak 547.154 orang, katanya, akan
memulai program sertifikasi pada tahun 2016. Mereka adalah orang-orang
yang mulai menjadi guru pada 1 Januari 2006 ke atas. Sertifikasi akan
dilakukan melalui Program PPG (Pendidikan Profesi Guru), Program
Afirmasi dan pembiayaan sendiri dari guru yang bersangkutan.“Saat ini sedang dibahas Program PPG berasrama. Kita targetkan 60.000 (guru) per tahun,” tutur Pranata. (Red)
Trnyata belum ada kabarnya sampe sekarang, guru yg mengabdi sejak 1 January 2006.
BalasHapusSemoga tidak dilupakan.